
Semarang, 24 April 2026 Program Studi Sistem Informasi- Fakultas Ilmu Komputer Soegijapranata Catholic University melalui kegiatan GROWTALK “The Growth Stage” Batch 2 menghadirkan Dr. H. Hendrar Prihadi, S.E., M.M. sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 24 April 2026 bertempat di Theater Lantai 3 Gedung Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya pertumbuhan diri, kepemimpinan, dan kewirausahaan di tengah perubahan sosial-ekonomi yang semakin dinamis. Melalui tema “The Growth Stage”, peserta diajak untuk melihat bahwa masa muda merupakan fase penting dalam membangun karakter, keberanian mengambil peluang, serta kesiapan berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Dalam materi yang dibawakan, Dr. Hendrar Prihadi menekankan pentingnya peran anak muda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Materi tersebut menyoroti bahwa bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan apabila generasi muda mampu menjadi pribadi yang produktif, berkarakter, kreatif, dan berinisiatif. Pembahasan juga mengaitkan kewirausahaan dengan tantangan nyata, seperti ketakutan memulai usaha, keterbatasan modal, kurangnya ide, serta pentingnya kolaborasi dalam membangun bisnis.

Dalam konteks kewirausahaan, materi ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa untuk menjadi wirausaha masih relatif rendah dibandingkan keinginan untuk menjadi karyawan. Beberapa hambatan utama yang membuat anak muda enggan berwirausaha antara lain tidak memiliki modal, tidak punya ide, takut mengambil risiko, tidak ada dukungan, kurang percaya diri, bingung harus mulai dari mana, serta merasa perlu bekerja terlebih dahulu untuk mencari pengalaman.

Materi juga menegaskan bahwa memulai usaha tidak harus selalu berangkat dari ide yang benar-benar baru. Banyak bisnis sukses lahir dari penyempurnaan model bisnis yang sudah ada, misalnya perubahan dari layanan konvensional menjadi layanan digital. Karena itu, mahasiswa didorong untuk tidak terlalu lama menunggu ide sempurna, tetapi mulai melihat masalah nyata di sekitar dan mencari solusi yang lebih efektif.

Selain itu, kewirausahaan tidak hanya berarti memproduksi barang. Usaha dapat berkembang melalui kemampuan melihat peluang, menghubungkan pihak-pihak yang membutuhkan, membangun jejaring, serta memanfaatkan teknologi. Dalam bisnis yang berhasil, diperlukan kolaborasi beberapa peran, yaitu kreator yang memiliki ide, kontraktor yang memiliki kemampuan teknis, konektor yang memiliki jejaring, dan investor yang memiliki akses modal. Bagian penting lain dari materi ini adalah peluang mahasiswa dalam membantu UMKM masuk ke ekosistem digital. Masih banyak UMKM yang belum bertransformasi digital karena merasa tidak perlu, tidak mengetahui manfaat digitalisasi, atau merasa tidak mampu



